Partisipasi Mahasiswa sebagai Indikator Kesuksesan Pemira ITB Indragiri
Hallo Semuanya!
Melalui artikel kali ini, aku mau coba mencurahkan isi pikiran aku tentang apa yang semestinya kita lakukan sebagai mahasiswa dalam menyikapi masa kampanye Pemira (Pemilihan Raya), di ITB Indragiri khususnya.
Pertama tentu saja kita mesti bersyukur bahwasanya BEM ITB Indragiri hari ini memiliki 2 paslon yang artinya jika sampai hari pencoblosan tidak ada terjadi kejanggalan dan kecurangan berat maka akan dilaksanakan pemungutan suara.
Menurut pandangan aku, terdapat 3 (tiga) indikator yang bisa membuat Pemira ini dikatakan sukses adalah:
- Besarnya partisipasi mahasiswa
- Tidak terjadi konflik
- Pemimpin terpilih berjalan secara efektif
Dari indikator diatas tentu saja peran kita sebagai mahasiswa aktif sangat dibutuhkan, bukan saja saat pemungutan suara tapi juga selama proses kampanye ini. Jadi ada beberapa hal yang bisa kita lakukan yaitu:
1. Menolak Netral
Sebagai bagian dari daftar pemilih yang memiliki hak pilih tentu saja kita diharapkan dapat memberikan suara kita di masa pemungutan suara nanti. Jika kita memilih untuk netral alias tidak mencoblos karena tidak ada paslon yang sesuai maka itu bukanlah solusi.
Jika diantara kedua paslon belum ada yang membuat kita mantap untuk memilihnya, maka minimal kita mengikuti apa yang dilakukan mereka di masa kampanye ini sebagai bahan pertimbangan pilihan di waktu pemungutan suara nanti.
Seperti yang telah disampaikan diawal, salah satu indikator kesuksesan pemira ini adalah besarnya partisipasi kita dalam merayakan pesta demokrasi di kampus ini. Jadi, yuk jangan golput.
2. Mengawasi setiap prosesnya
Tentu saja dalam mengawasi setiap proses-proses pemira ini semestinya bukan saja tugas Banwasra tetapi juga membutuhkan peran dari seluruh mahasiswa. Hal ini demi mencegah terjadinya konflik sebelum, saat, dan setelah pemungutan ataupun penetapan paslon terpilih nanti.
Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa terpilih perlu di segerakan karena demi cepatnya di bentuk kabinet dan menteri-menterinya. Hal ini juga menimbang semakin dekatnya agenda besar kampus seperti Dies Natalies dan PKKMB. Sehingga di harapkan tidak ada terjadi konflik.
3. Mempertimbangkan setiap paslon
Teruntuk kita semua, tidak semestinya kita tertutup hanya pada satu paslon tetapi kita juga wajib melihat dan mempertimbangkan paslon lain. Seperti mempertimbangkan visi misinya, program unggulannya, dan rekam jejaknya selama ini apakah pergerakannya selama ini membawa perubahan positif atau lebih ke arah provokatif? Perlu kita kita cari telusuri jikalau ada.
Nah, mungkin itu dulu sedikit sharing aku melalui artikel kali ini, intinya nyalakan alarm pada 19 juli 2024 nanti, sama-sama kita ke TPS dan menyalurkan hak pilih kita.
.jpeg)