Pengertian dan Fungsi Pembelanjaan Dalam Perusahaan

Hallo #SobatEkonomi, pernah gak sih kita mendengar kata Pembelanjaan? sebenarnya apa sih itu pembelanjaan didalam perusahaan dan apa kegunaannya? silahkan simak artikel ini sampai akhir ya karena kita akan diskusikan secara detail, come on!

Definisi

Definisi dari pembelanjaan didalam perusahaan sebenarnya memiliki banyak arti, namun jika disederhanakan maka dapat kita definisikan secara artian luas dan artian sempit, sebagai berikut:

1. Arti Luas

Pembelanjaan adalah keseluruhan aktivitas yang berhubungan dengan usaha untuk mendapatkan dana dan mengalokasikan dana.

2. Arti Sempit

Pembelanjaan adalah aktivitas yang hanya bersangkutan dengan usaha untuk mendapatkan dana (Pembelannjaan Pasif/Pendanaan/Finance).

Dari dua artian diatas dapat kita pahami bahwa simplenya pendanaan didalam perusahaan yaitu upaya yang dilakukan pihak perusahaan untuk mendapatkan dana yang kemudian dialokasikan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Dalam memenuhi kebutuhan dana, suatu perusahaan bisa memenuhi melalui Internal perusahaan dengan menggunakan sumber dana dari dalam seperti laba yang ditahan (deviden) atau Eksternal perusahaan seperti melalui tambahan penyertaan modal, penjualan obligasi, dan kredit bank.

Fungsi Pembelanjaan Perusahaan

Sebenarnya fungsi dari pembelanjaan yang dilakukan perusahaan itu dapat kita alokasikan menjadi dua poin penting, yaitu:

1. Penggunaan atau Pengalokasian Dana

Fungsi pendanaan ini maksudnya yaitu setiap rupiah yang tertanam dalam aktiva harus digunakan secara efisien 

2. Pemenuhan Kebutuhan Dana 

Fungsi pendanaan yang kedua ini bermaksud untuk memperoleh dana dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan.

Macam-macam Pengertian Pembelanjaan Perusahaan

Pada dasarnya pembelanjaan perusahaan itu dapat dibagi menjadi dua yaitu pembelanjaan aktif dan pembelanjaann pasif, mari kita bahas sebagai berikut:

1. Pembelanjaan Pasif

Pembelanjaan ini yaitu pembelanjaan yang memiliki fungsi bagaimana perusahaan dapat memperoleh modal yang dibutuhkan dengan syarat-syarat yang paling menguntungkan. didalam pembelanjaan pasif ini dapat dibedakan menjadi pembelanjaan kuantitatif dan kualitatif, sebagai berikut:
  • Pembelanjaan Kuantitatif, yaitu meliputi masalah penentuan besarnya atau kuantitas modal yang dibutuhkan yang akan ditarik.
  • Pembelanjaan Kualitatif, yiatu mengenai masalah penentuan jenis (kualitas) modal yang akan ditarik yiatu meliputi: 1) Berapa lama modal ditarik (dari sudut likuiditas), 2) Pada modal apa yang akan ditarik (dari sudut pandang solvabilitas), 3) Pendapatan yang akan diberikan pada modal yang akan ditarik (pada sudut rentabilitas).

2. Pembelanjaan Aktif

Pembelanjaan ini yaitu perusahaan mempuanyai uang untuk diserahkan kepada perusahaan lain atau untuk ditanamkan dalam perusahaan sendiri. Hal ini dalam artian sempit hanya meliputi usaha untuk menyerahkan uang kepada debitur atau menanamkan dalam efek, sedangkan dalam artian luas yaitu semua usaha menanamkan Funds/dana yang ada dalam perusahaan dengan cara seefisien mungkin. 

Semoga bermanfaat:)


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url