Apa jadinya Indonesia tanpa pajak?!
Pajak telah menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi negara, termasuk Indonesia. Namun, pernah gak sih membayangkan bagaimana kondisi ekonomi dan kehidupan masyarakat Indonesia jika negara ini tiba-tiba memutuskan untuk menghapuskan pajak secara keseluruhan? Karena sebuah skenario tanpa pajak dapat menimbulkan berbagai dampak dan tantangan yang perlu dipertimbangkan secara matang.
Tanpa pajak, pendapatan negara akan mengalami penurunan signifikan karena pajak adalah salah satu instrumen utama yang digunakan oleh pemerintah untuk mendanai berbagai program dan proyek pembangunan. Baik untuk membiayai sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur, serta berbagai layanan publik lainnya. Tanpa pajak, pemerintah tentunya kesulitan untuk menjalankan berbagai program ini dengan optimal.
Dampak bagi sektor kesehatan yaitu akan terasa pada program kesehatan yang memerlukan dana besar, seperti penyediaan obat dan peralatan medis, pembangunan rumah sakit, dan pelatihan tenaga medis. Hal ini dapat berujung pada penurunan kualitas layanan kesehatan dan aksesibilitas masyarakat terhadap fasilitas kesehatan yang memadai.
Pada sektor pendidikan juga akan mengalami tantangan serius karena dapat mengakibatkan kurangnya dana untuk pengembangan dan pemeliharaan fasilitas pendidikan, pelatihan guru, dan penyediaan bahan ajar yang memadai. Kualitas pendidikan dapat menurun, dan kesempatan pendidikan yang setara bagi semua lapisan masyarakat dapat terancam.
Infrastruktur juga akan terdampak. Proyek-proyek infrastruktur besar seperti pembangunan jalan, jembatan, dan pelabuhan memerlukan investasi yang besar. Tanpa pajak, pemerintah mungkin sulit untuk melaksanakan proyek-proyek tersebut, yang pada gilirannya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
Mungkin kita berpikir tanpa tanpa beban pajak masyarakat dan pelaku usaha dapat memiliki lebih banyak uang yang dapat diinvestasikan atau dikonsumsi. Hal ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong konsumsi, dan menggerakkan sektor ekonomi. Bukankah begitu?
Namun, potensi manfaat ini harus dibayar setimpal dengan risiko inflasi. Jika banyak uang beredar tanpa keseimbangan produksi barang dan jasa, maka dapat terjadi peningkatan harga secara umum, yang dapat merugikan konsumen.
Tapi kan kita bisa memanfaatkan potensi SDA kita dan memperkuat pajak non-fiskal seperti pungutan atas pemanfaatan SDA atau izin usaha? Ya tapi kita juga harus memperhatikan faktor eksternalitasnya seperti degradasi kualitas lingkungan, serta SDA itu ada habisnya.
Secara keseluruhan, Indonesia tanpa pajak dapat menjadi sebuah eksperimen yang berisiko tinggi. Meskipun potensi untuk meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat ada, keberlanjutan proyek-proyek pembangunan dan kesejahteraan sosial juga menjadi pertaruhan besar. Oleh karena itu, kita perlu bijak dalam mengevaluasi kebijakan pajak, agar dapat menciptakan kondisi ekonomi yang sehat dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
______________
*Ayo segela laporkan SPT Tahunan #KawanPajak sebelum jatuh tempo berakhir, yaitu 31 maret untuk wajib pajak orang pribadi dan 30 April untuk wajib pajak badan.
