Pengertian, Makna, dan Hakikat Pembangunan
Didalam proses pembangunan tentu saja menimbulkan dampak, baik itu dampak positif maupun negatif bagi masyarakat dan negara. Untuk itu, sebelum melaksanakan pembangunan, pemerintah harus mengetahui karakteristik masyarakatnya, sehingga dampak negatifnya dapat diminimalisir apabila tidak bisa dihilangkan.
Oleh karena itu, diperlukan indikator-indikator yang dapat dijadikan tolok ukur terjadinya pembangunan. Namun, sebelum kita membahas lebih jauh tentang masalah pembangunan dan indikator-indikatornya, maka pada artikel kali ini kita akan membahas pengertian, makna, dan hakikat pembangunan.
Pengertian dan Makna Pembangunan
Menurut Pakar
- Menurut Galtung (dalam Trijono, 2007:3), Pembangunan merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, baik secara individual maupun kelompok, dengan cara-cara yang tidak menimbulkan kerusakan, baik terhadap kehidupan sosial maupun lingkungan alam.
- Menurut Effendi (2002: 2), pembangunan merupakan suatu upaya meningkatkan segenap sumberdaya yang dilakukan secara berencana dan berkelanjutan dengan prinsip daya guna yang merata dan berkeadilan.
- Menurut Schumpeter (dalam Suryana, 2000: 5), pembangunan ekonomi adalah perubahan dalam lapangan industri dan perdagangan yang berkaitan dengan pendapatan per kapita dan pendapatan nasional, dimana proses tersebut terjadi secara spontan dan tidak terputus-putus.
- Menurut Irawan (2002: 5), Pembangunan ekonomi merupakan berbagai usaha yang dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup suatu negara yang diukur dengan tinggi rendahnya pendapatan rill per kapita.
Hakikat Pembangunan
Usaha dalam bidang ekonomi ditujukan untuk menambah peralatan modal dan keterampilan agar satu sama lain dapat saling mendukung usaha-usaha dalam meingkatkan pedapatan dan produktivitas per kapita.
Pemupukan modal sangat bergantung pada tabungan dalam negeri terutama tabungan masyarakat, maka berbagai cara perlu diupayakan untuk mencapainya. Untuk mengatasi keterbatasan dibidang pembiayaan seringkali diperlukan dana-dana dari luar negeri sebagai komponen komplementer.
Diversivikasi ekonomi juga merupakan salah satu tujuan lain untuk mengatasi keterbelakangan ekonomi. Untuk itu, strategi yang tidak boleh diabaikan yaitu meningkatkan pembinaan keterampilan masyarakat dalam kewirausahaan.
Demikianlah pokok-pokok dari proses pembangunan suatu bangsa pada hakikatnya merupakan suatu perjuangan dalam menghadapi keterbelakangan dan hambatan-hambatan di bebagai bidang, baik bidang ekonomi, politik, maupun sosial budaya.
Perbedaan Pembangunan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi
- Peningkatan pendapatan per kapita masyarakat, yaitu tingkat pertambahan GDP/GNP pada suatu tahun tertentu melebihi tingkat pertambahan penduduk; atau,
- Perkembangan GDP/GNP yang terjadi dalam suatu negara dibarengi oleh perombakan dan moderenisasi struktur ekonominya (transformasi struktural).
